Arief menyaksikan keluarganya dibunuh saat kecil dan hanya mengingat tato khusus di lengan pelaku. Demi memburu kebenaran, ia melatih diri lewat simulasi ribuan kasus hingga menguasai investigasi dan anti-pelacakan. Saat polisi buntu mengejar buronan kelas A, Arief membantu dengan sudut pandang kriminal.