Di tengah gelombang pasar saham era 90-an, Rizky Pratama, seorang genius matematika yang menyamar sebagai petugas kebersihan, mampu menghitung peluang dan takdir manusia. Ia bertaruh nyawa demi membalikkan nasib di dunia bisnis, hingga akhirnya menghadapi Dewa Saham Asia Budi Santoso, dalang kematian keluarganya.