Setelah kehilangan kakeknya, Maya Saputra menemukan pena sakti yang membawanya ke tahun 70-an di Barat Laut. Di sana, ia bertemu kembali dengan kakeknya yang masih muda, membantu Rizal Putra menyelesaikan karya seni, dan bersama mereka menghadapi masa-masa sulit membangun desa.